Rabu, 20 Desember 2017

TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT

Diantara tanda-tanda paling jelas dan terbesar yang menunjukkan telah dekatnya hari kiamat ialah terbitnya matahari dari arah barat. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga matahari terbit dari arah barat. Ketika matahari terbit, maka seluruh manusia yang melihatnya, seketika beriman seluruhnya. Maka itulah saat ketika iman seseorang tidak lagi bermanfaat bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya."

Hasil gambar untuk matahari terbenam
https://goo.gl/images/kxFQuc

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Benarkah matahari terbit dari barat atau itu hanya sebuah kiasan? Bisa jadi pernyataan Rasulullah Saw. tentang pertanda itu merupakan kiasan dari tren pergaulan zaman akhir dimana matahari terbit dari barat bisa diartikan dengan siang berubah menjadi malam. Maksudnya orang-orang lebih suka hidup, baik bekerja atau berbuat apa pun di malam hari, sedangkan pada siang harinya mereka pergunakan untuk tidur atau istirahat. Kehidupan malam juga identik dengan kejahatan, pemuasan hawa nafsu, diskotik, minuman keras, perjudian dan segala hal yang berbau maksiat. Lantas apakah tidak mungkin jika pertanda itu memang hakiki atau matahari memang benar-benar terbit dari arah barat?

Ketika kita menggunakan logika dalam memikirkan pertanda hari kiamat ini, mungkin kita akan berkeyakinan bahwa hal demikian tidak akan terjadi dengan mempertimbangkan pengaruh gaya gravitasi dan berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu alam. Hal demikian mungkin saja, bila arah pergerakan dan perputaran bumi menjadi terbalik, yakni dari arah timur ke barat berubah menjadi dari arah barat ke timur. Namun itu akan berakibat fatal bagi ekosistem bumi, karena perubahan putaran itu dapat mengakibatkan gempa dan tsunami yang dahsyat. Sedangkan didalam hadis tidak disebutkan bencana ini, bahkan tersirat bahwa setelah kejadian terbitnya matahari dari arah barat, umat manusia dalam keadaan baik-baik saja meski mereka merasa ketakutan dan segera menyatakan beriman kepada Allah Swt. 

Tapi, apa yang tidak mungkin jika itu sudah menjadi ketentuan Allah Swt? Dalam menanggapi hal ini, ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab matahari bertindak tidak biasanya. Pertama, cenderung menghubungkannya dengan pertanda hari kiamat yang lain, yakni munculnya komet atau bintang berekor. Ketika ada sebuah komet besar yang bergerak terlalu dekat dengan suatu planet, maka pengaruh gravitasi komet sedikit banyak akan berpengaruh terhadap gravitasi planet tersebut. Sehingga dimungkinkan dapat berakibat berubahnya gaya gravitasi planet dan mengubah jalur lintas planet yang bisa ditempuh dalam mengelilingi matahari. 

Bisa jadi, itulah yang terjadi pada bumi waktu itu sehingga mengakibatkan waktu malam akan terasa lebih lama dari waktu siang ataupun sebaliknya. Pertanda inilah yang mengiringi peristiwa terbenamnya matahari dari arah barat, yakni waktu malam terasa 3x lipat lebih lama daripada malam-malam biasanya. Rasulullah Saw bersabda : "Sungguh akan datang kepada manusia suatu malam yang sama lamanya dengan 3 malam kalian ini. Apabila peristiwa itu terjadi maka ia akan diketahui oleh orang-orang yang sedang berbuat amal sunnah, Dimana apabila salah seorang mereka membaca satu dari hizib dari Al-Qur'an kemudian ia tidur, dan ketika mereka melakukan itu, maka orang-orang saling berteriak, ada apa ini? Maka mereka lari berlindung ke masjid-masjid dan tiba-tiba mereka melihat matahari sudah terbit dari tempat terbenamnya, sehingga apabila ia telah sampai tengah langit ia pun kembali."

Kedua, bukan bumi yang berubah perputaran atau pergerakannya, melainkan matahari. Bisa jadi, itu akibat fatal dari proses evolusi matahari. Rasulullah Saw bersabda :"Tahukah kalian, kemana perginya matahari pada waktu itu?" Para sahabat menjawab :"Allah Swt, dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Rasul bersabda : "Sesungguhnya matahari ini terus berjalan hingga sampai di tempat mentapnya dibawah 'Arsy, lalu bersujud. Maka tak henti-hentinya ia berbuat demikian hingga dikatakan kepadanya, 'bangkitlah dan kembalilah darimana engkau datang tadi.' Lalu ia kembali dan terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian ia berjalan hingga sampai ditempat menetapnya dibawah "Arsy, lalu bersujud maka tak henti-hentinya ia berbuat demikian hingga dikatakan kepadanya, 'bangkitlah dan kembalilah cdarimana engkau datang tadi.' Lalu ia kembali dan terbit lagi dari tempat terbitnya. Lalu ia berjalan dengan tanpa ada seorang pun yang mengingkarinya hingga sampai ditempat mentapnya dibawah 'Arsy. Lalu dikatakan kepadanya, 'bangkitlah dan terbitlah dari tempat tenggelammu.' Lalu ia terbit dari tempat tenggelamnya. Rasulullah Saw bersabda :"Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Yaitu ketika iman seseorang tidak bermanfaat bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya."

Wallahu 'alam 

Macam-Macam Limbah

Holaaaa kaliannn....



KELUARNYA DABBAH

Dabbah merupakan binatang melata yang berbeda yang dikenal oleh manusia. Allah SWT telah berfirman bahwa keluarnya binatang melata ini termasuk salah satu pertanda telah dekatnya Hari Kiamat. Allah SWT berfirman dalam surat QS. An-Naml :82) yang artinya "Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."

Dalam hadis yang lain, Rasulullah SAW telah bersabda, "Sesungguhnya mahluk Dabbah ini berbulu dan kepalanya juga berbulu halus, tapak kakinya berbentuk kuda, tidak berekor, baginya terdapat jenggot dan sesungguhnya ia keluar seperti bentuk kuda yang bagus larinya kencang."

Hasil gambar untuk wujud dabbah

Ketika keluar, binatang melata ini akan diperbincangkan oleh umat manusia di seluruh penjuru dunia. Binatang ini keluar dalam waktu yang berdekatan dengan terbitnya matahari dari arah barat. Ibnu Hajar berkata bahwa binatang melata ini kemungkinan keluar pada hari dimana matahari terbit dari arah barat. Adapun hikmah dari keluarnya binatang melata ini ialah sebagai penanda antara orang mukmin dan kafir. Al-Hakim Abu Abdullah berpendapat bahwa yang terlibat dari nash-nash ialah terbitnya matahari dari arah barat terjadi lebih dahulu atau pada waktu yang dekat darinya. Abdullah bin Amru bin Ash menyatakan bahwa binatang ini adalah Al-Jassasah yang pernah disebut dalam hadis Tamim Al-Dari tentang Dajjal. Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya tanda-tanda kiamat pertama yang akan terjadi adalah terbitnya matahari dari tempat terbenamnya dan keluarnya seekor binatang kepada manusia pada waktu dhuha, yang mana pun di antara keduanya yang akan dulu terjadi, namun keduanya akan terjadi dalam waktu dekat"

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa binatang melata ini akan keluar membawa tongkat Musa dan cincin Sulaiman. Rasulullah SAW. bersabda "Binatang bumi ini akan keluar dengan tongkat Musa dan cincin Sulaiman. Maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang mukmin dengan cincin sehingga dengan demikian apabila telah berkumpul beberapa orang-orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata, makanlah ini wahai orang mukmin dan makanlah ini wahai orang kafir."

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Dabbah keluar setelah pintu taubat tertutup. Ia keluar dari jurang Tihamah dekat Pesangen. Ditempat itu bumi terbelah dan dari dalam bumi keluar Dabbah itu. Ia datang bertujuan untuk memberi cap atau tanda kepada setiap manusia sehingga akan dapat dibedakan antara orang beriman dan orang kafir. Tanda itu dapat dilihat dengan jelas oleh manusia. Rasulullah SAW bersabda : "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga Ahli Bait berkumpul pada satu tempat dan mereka tidak bisa mengenali orang kafir atau orang mukmin. Dikatakan, "Apakah sebenarnya yang terjadi?" Rasul menjawab "Keluarnya Dabbah, yaitu binatang bumi, ia mengusap wajah setiap manusia. Adapun orang mukmin, maka di caplah berwarna putih hingga wajahnya berubah menjadi putih. Sedangkan orang kafir, dicap berwarna hitam sehingga wajahnya berubah menjadi hitam . Mereka saling menjual-belikan di pasar-pasar, mereka orang kafir berkata "Apakah engkau menjual wajah itu wahai orang mukmin?" Dan orang mukmin menjawab "Bagaimana mengambil wajahku ini wahai orang kafir" Maka tidak terjadi apa yang mereka inginkan di antara mereka."

LARI MARATON DI MAJT

haiii sobat jalan-jalan...

Musim liburan bentar lagi nih kawan, udah ada rencana mau kemana? Ada yang pulang kampung, ada yang jalan-jalan keluar kota maupun dalam kota, atau bahkan hanya sekedar dirumah saja. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya 'lari' di masjid agung jawa tengah (MAJT). Apasih MAJT itu? 

Masjid Agung Jawa Tengah adalah masjid yang terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektare. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Diarsiteki oleh Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Jakarta yang memenangkan sayembara desain MAJT tahun 2001. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa namun dibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.
Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena di Romawi dihiasi kaligrafi kaligrafiyang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, di gerbang ditulis dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu“Sucining Guno Gapuraning Gusti“.

Menara dan Pilar di serambi MAJT
Masjid Agung Jawa Tengah ini, selain disiapkan sebagai tempat ibadah, juga dipersiapkan sebagai objek wisata religius. Untuk menunjang tujuan tersebut, Masjid Agung ini dilengkapi dengan wisma penginapan dengan kapasitas 23 kamar berbagai kelas, sehingga para peziarah yang ingin bermalam bisa memanfaatkan fasilitas.
Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter. Bagian dasar dari menara ini terdapat Studio Radio Dais (Dakwah Islam) dan pemancar TVKU. Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Lantai 19 untuk menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang. Pada awal Ramadhan 1427 H lalu, teropong di masjid ini untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat RukyatulHilal oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong canggih dari Boscha.
Di dalam area MAJT terdapat Menara Asma Al-Husna Setinggi 99 Meter terdiri dari : lantai 1 untuk Studio Radio DAIS MAJT dan pemancar TVKU, lantai 2 untuk museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, Lantai 18 rumah makan berputar, lantai 19 Gardu pandang kota Semarang dan lantai 19 Tempat rukyat al-hilal.
Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi, Tinggi masing masing payung elektrik adalah 20 meter dengan diameter 14 meter. Payung elektrik dibuka setiap salat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, namun jika pengunjung ada yang ingin melihat proses mengembangnya payung tersebut bisa menghubungi pengurus masjid.
MAJT memiliki koleksi Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm². Ditulis tangan oleh Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Lokasi berada di dalam ruang utama tempat salat. Bedug raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm. Merupakan replika bedug Pendowo Purworejo. Dibuat oleh para santri pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan KH Ahmad Sobri, menggunakan kulit lembu Australia.
Tongkat khatib MAJT merupakan tongkat pemberian Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darusalam.
Hasil gambar untuk majt
oke sekarang mengenai pengalaman saya ya, jadi saya ke MAJT dri Purworejo, ke Semarang kurang lebih 4 jam, nah sesampainya di sana, halaman yang terbentang luas, nah pada saat itu payung-payung yang terdapat di halaman MAJT tidak ada yang dibuka, karena katanya payung-payung tersebut akan dibuka pada saat shalat jum'at dan sholat ied saja. Nah, tempat menaruh alas kaki adalah sebelum halaman tersebut. Pada saat melepas alas kaki, dan ingin kedalam masjid dengan melewati halamannya yang luas, harus nyeker dan jikalau tidak menggunakan kaos kaki, kaki akan terasa panas banget karena itu halamannya kena banget ama sinar matahari. jadi, berasa lari maraton di halaman MAJT. bagi kalian yang memakai kaos kaki mah aman-aman aja. dan ketika saya lari, itu kaki kerasa banget panas nya perihnya karena nyentuh langsung halaman yang dilapisi oleh ubin dan terkena matahari siang. Sesampainya disana, saya wudhu dan solat, lalu saya melihat al-qur'an raksasa yang terbuka dan itu emang besar banget. setelah puas menjelajahi MAJT, saya pun balik dan merasakan lari maraton lagi melewati halaman masjid yang panas banget itu. dan untuk kedua kalinya kaki saya merasakan panas perih ketika napak. 

sekiann pengalaman saya semoga bermanfaat, dan jangan lupa menggunakan kaos kaki untuk melewati halaman masjid MAJT agar tidak terasa panasnya. ehehe

Selasa, 19 Desember 2017

Pengertian Kerajinan Menurut Para Ahli

Pengertian Kerajinan

Menurut Para tokoh :



1. menurut Kusnadi(1986:11), kerajinan yaitu : kata harfiahnya dilahirkan oleh sifat rajin manusia. dikatakan pula bahwa titik berat penghasilan atau pembuatan seni kerajinan bukan dikarenakan oleh sifat rajin tetapi lahir dari sifat terampil seseorang dalam menghasilkan produk kerajinan.

2.  menurut Wiyadi,dkk (1991:915), yaitu kerajinan adalah semua kegiatan dalam bidang industri atau pembuatan barang spenuhnya dikerjakan dengan sifat rajin, terampil, ulet, serta kreatif dalam upaya pencapaiannya.

3. menurut Soeprapto (1985:16), bahwa kerajinan merupakan keterampilan tangan yang menghasilkan barang-barang bermutu seni, maka dalam prosesnya dibuat dengan rasa keindahan dan dengan ide-ide murni sehingga menghasilkan produk yang berkualitas mempunyai bentuk yang indah dan menarik.

4. menurut Sumintarsih (dalam Isyanti, dkk 2003:17) bahwa kerajinan adalah budaya bangsa yang telah ada sejak zaman nenek moyang, pada mulanya kerajinan timbul karena adanya dorongan manusia untuk mempertahankan hidupnya, kemudian lama-lama manusia membuat alat-alat kebutuhan sehari-hari  seperti, alat pertanian, alat untuk berburu dan berperang, peralatan rumah tangga dan peralatan untuk mengolah makanan.

5. menurut Tjitrosoepomo (1991), kerajinan dalam arti umum dan budaya.
arti kata umum, kerajinan adalah seseuatu keterampilan yang menghubungkan dengan suatu pembuatan barang yang harus dikerjakan secara rajin dan teliti, biasanya dikerjakan dengan menggunakan tangan.
arti dalam budaya, kerajinan berhubungan erat dengan sistem upacara kepercaaan, pendidikan, kesenian, teknologi, peralatan bahkan juga mata pencaharian.

6. menurut saya, kerajinan adalah aktivitas usaha manusia untuk menghasilkan karya atau produk barang-barang kerajinan yang dikerjakan dengan keterampilan tangan secara kreatif dan inovatif dengan ide dan cara baru sehingga menghasilkan produk yang indah dan memiliki nilai seni.